Audit Mutu Internal FSEI IAIN SAS Babel Jadi Langkah Awal Penguatan Mutu dan Persiapan Akreditasi

avatar Tim Redaksi
Tim Redaksi

1 x dilihat
Audit Mutu Internal FSEI IAIN SAS Babel Jadi Langkah Awal Penguatan Mutu dan Persiapan Akreditasi

Bangka, 12/8/2026.Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam (FSEI) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syaikh Abdurrahman Siddik (SAS) Bangka Belitung melaksanakan Audit Mutu Internal (AMI) yang diselenggarakan oleh Lembaga Penjaminan Mutu (LPM), Selasa, 11 Agustus 2026. 

Kegiatan ini diikuti oleh pimpinan fakultas, auditor, serta seluruh program studi di lingkungan FSEI sebagai upaya penguatan budaya mutu dan persiapan akreditasi program studi. 

Adapun program studi yang dilakukan audit terdiri dari, prodi Hukum Keluarga Islam, Akuntansi Syariah, Perbankan Syariah, Pariwisata Syariah, Hukum Ekonomi Syariah, dan Ekonomi Syariah.

Sekretaris Lembaga Penjaminan Mutu, Dr. Dinar Pratama, M.Pd., menyampaikan bahwa AMI merupakan agenda tahunan yang diharapkan dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari sistem penjaminan mutu internal, bukan sekadar kegiatan asesmen. 

Pada pelaksanaan tahun ini, LPM menggunakan instrumen yang lebih sederhana dengan 17 butir penilaian sehingga proses penggalian data dapat dilakukan lebih efektif dan efisien."Instrumen yang digunakan tahun ini lebih sederhana sehingga proses audit menjadi lebih cepat. Masing-masing auditor juga dapat melaksanakan audit langsung di ruang program studi sehingga pelaksanaan lebih efektif," ujar Dinar.

Sementara itu, Dekan Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam, Dr. Hendra Cipta, M.S.I., mengapresiasi pelaksanaan AMI dan menyampaikan bahwa pihak fakultas telah berkoordinasi dengan LPM maupun seluruh program studi dalam mempersiapkan berbagai dokumen yang diperlukan selama proses audit.Menurutnya, hasil Audit Mutu Internal diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi sekaligus pijakan awal bagi setiap program studi dalam menghadapi proses akreditasi. 

Ia juga menyampaikan bahwa Program Studi Perbankan Syariah telah membentuk tim akreditasi dan mulai menyusun berbagai dokumen pendukung sejak periode kepemimpinan sebelumnya. 

Selain itu, fakultas juga tengah melakukan penyempurnaan dokumen akademik, termasuk menindaklanjuti 66 catatan revisi terhadap Pedoman Akademik.

"Kami berharap hasil audit ini menjadi bahan awal yang sangat bermanfaat dalam mempersiapkan akreditasi program studi sehingga proses peningkatan mutu dapat dilakukan secara lebih terarah," ungkap Hendra.

 

Pada kesempatan yang sama, Kepala Lembaga Penjaminan Mutu, Dr. Ahmad Irvani, M.Ag., menjelaskan bahwa sistem akreditasi ke depan akan mengalami perubahan. 

Meskipun instrumen penilaiannya lebih sederhana, proses evaluasi akan dilakukan secara lebih ketat dan berbasis pemenuhan bukti yang terdokumentasi dengan baik.

Ia menegaskan bahwa program studi yang belum memenuhi standar akreditasi akan diberikan waktu enam bulan untuk melakukan perbaikan. Apabila setelah masa pembinaan tersebut hasil akreditasi tetap belum memenuhi ketentuan, maka program studi tidak diperkenankan menerima mahasiswa baru sesuai dengan kebijakan yang berlaku. 

Selain itu, keberadaan dan kelengkapan informasi pada laman resmi program studi juga menjadi salah satu aspek penting dalam mendukung pencapaian peringkat akreditasi unggul.

Pelaksanaan Audit Mutu Internal di lingkungan Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam berlangsung dengan lancar melalui proses pemeriksaan dokumen, klarifikasi data, serta diskusi antara auditor dan masing-masing program studi. 

Diharapkan, kegiatan ini mampu memperkuat sistem penjaminan mutu internal sekaligus meningkatkan kesiapan seluruh program studi dalam menghadapi akreditasi, sehingga kualitas tata kelola dan layanan akademik di lingkungan FSEI IAIN SAS Bangka Belitung semakin baik dan berkelanjutan.(*)