Bangka,21/10/2026. Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam (FSEI) Institut Agama Islam Negeri Syaikh Abdurrahman Siddik (IAIN SAS) Bangka Belitung menggelar Yudisium ke-XVII pada Rabu (21/10/2026) di Aula Terpadu IAIN SAS Babel. Sebanyak 95 peserta dari empat program studi mengikuti kegiatan tersebut sebagai penanda penyelesaian proses pendidikan akademik sekaligus momentum untuk mempersiapkan diri memasuki dunia kerja dan kehidupan bermasyarakat.
Keempat program studi tersebut meliputi Perbankan Syariah, Akuntansi Syariah, Hukum Keluarga Islam, dan Hukum Ekonomi Syariah. Kegiatan berlangsung dengan rangkaian acara yang meliputi pembacaan doa, sambutan ketua panitia, sambutan Dekan FSEI, sambutan Rektor IAIN SAS Babel, pembacaan Surat Keputusan Dekan tentang peserta yudisium, penyerahan penghargaan, penyematan selempang, pemberian piagam, serta foto bersama. Dalam sambutannya, Dekan FSEI, Dr. Hendra Cipta, M.S.I., menegaskan bahwa yudisium merupakan momentum yang dinantikan oleh setiap mahasiswa setelah menempuh proses pendidikan di perguruan tinggi. Namun, berakhirnya proses akademik bukan berarti perjalanan pengembangan diri juga selesai. Para lulusan perlu mempersiapkan kompetensi yang relevan agar mampu menghadapi tantangan dunia kerja yang terus berkembang.
Dekan menekankan lima kompetensi penting yang perlu dimiliki lulusan. Pertama, kemahiran teknis, termasuk kemampuan menganalisis data dan menggunakan teknologi informasi sesuai kebutuhan bidang pekerjaan. Kedua, kemampuan berpikir logis sebagai bekal dalam memahami persoalan dan menentukan langkah penyelesaian secara rasional. Ketiga, kemampuan beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan lingkungan dan tuntutan pekerjaan. Keempat, kepercayaan diri dan keyakinan terhadap kemampuan yang dimiliki. Kelima, kemampuan berkolaborasi dengan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) sebagai bagian dari perkembangan teknologi yang semakin memengaruhi berbagai bidang pekerjaan.
Kelima kompetensi tersebut menjadi bekal penting bagi lulusan untuk mengembangkan diri secara berkelanjutan. Penguasaan keilmuan yang diperoleh selama kuliah perlu diiringi dengan keterampilan praktis, pola pikir yang terbuka, serta kemampuan memanfaatkan teknologi secara tepat. Dalam konteks tersebut, lulusan diharapkan tidak hanya siap mencari pekerjaan, tetapi juga mampu berkontribusi secara profesional di lingkungan kerja masing-masing.

Dekan juga menyampaikan bahwa peluang memasuki dunia kerja telah ditunjukkan oleh sejumlah alumni, salah satunya alumni yang diterima bekerja di salah satu Perbankan yang ada di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Hal ini menjadi gambaran bahwa kompetensi yang dibangun selama masa pendidikan dapat menjadi modal bagi lulusan untuk menapaki dunia profesional.Selain menyoroti kesiapan lulusan, Dekan FSEI turut menyampaikan perkembangan kelembagaan fakultas, termasuk rencana penerimaan mahasiswa pada Program Studi Hukum Tata Negara (HTN) pada tahun mendatang.
Ia menyebutkan bahwa izin operasional program studi tersebut telah diterima. Perkembangan ini menjadi bagian dari dinamika pengembangan akademik dan kelembagaan di lingkungan IAIN SAS Babel. Pada kesempatan yang sama, Rektor IAIN SAS Babel, Prof. Dr. H. Janawi, M.Ag., menyampaikan pesan mengenai pentingnya membangun tata kelola perguruan tinggi yang baik, akuntabel, dan berorientasi pada pencapaian kinerja.
Dalam sambutannya, Rektor mengingatkan bahwa kepemimpinan perlu diwujudkan melalui kerja nyata dan hasil yang dapat dirasakan oleh institusi.Rektor menjelaskan bahwa penguatan tata kelola perlu didukung oleh perencanaan yang bertolak dari indikator kinerja utama (IKU), serta pelaksanaan program yang terarah dan terukur. Ia juga menekankan pentingnya peran setiap perangkat organisasi dalam mendukung pencapaian target institusi, termasuk melalui penguatan fungsi pengawasan dan pendampingan agar pelaksanaan program berjalan secara efektif.Lebih lanjut, Rektor menyoroti tiga gagasan penting dalam pengembangan institusi, yakni keunggulan, transformasi, dan kredibilitas.
Keunggulan perlu dibangun melalui sistem dan tata kelola yang akuntabel. Transformasi menuntut perubahan cara berpikir serta kesiapan beradaptasi dan berkolaborasi, termasuk dalam menghadapi perkembangan kelembagaan. Sementara itu, kredibilitas menjadi landasan untuk membangun kepercayaan dan menjaga kualitas penyelenggaraan pendidikan. Menurut Rektor, pengembangan institusi juga perlu memperhatikan harmoni dalam berbagai bidang, termasuk keberagaman budaya Melayu kepulauan yang menjadi bagian dari karakter masyarakat Bangka Belitung.
Kolaborasi dan kesatuan langkah menjadi penting agar perubahan kelembagaan dapat berjalan seiring dengan penguatan identitas dan kualitas pelayanan pendidikan.Kepada para peserta yudisium, Rektor mengingatkan bahwa ijazah merupakan salah satu modal untuk memasuki dunia kerja, tetapi perlu disertai keterampilan nonteknis atau soft skills yang terus diasah. Kemampuan berkomunikasi, bekerja sama, beradaptasi, dan membawa diri dalam lingkungan profesional menjadi pelengkap penting bagi penguasaan kompetensi akademik atau hard skills.
Rektor juga menyampaikan ucapan selamat kepada para peserta yudisium dan mengingatkan bahwa yudisium bukanlah akhir dari proses belajar. Lulusan diharapkan terus berusaha secara optimal, memanfaatkan kesempatan yang tersedia, dan mempertimbangkan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang magister (S2) sebagai bagian dari pengembangan kapasitas diri.
Rangkaian kegiatan Yudisium FSEI ke-17 ditutup dengan penyerahan penghargaan kepada lulusan dan pembimbing terpilih, penyematan selempang, pemberian piagam kepada peserta yudisium, serta foto bersama. Momentum ini diharapkan menjadi awal bagi para lulusan untuk menerapkan ilmu, mengembangkan kompetensi, dan memberikan kontribusi positif di tengah masyarakat.
Dengan bekal akademik dan kompetensi yang terus dikembangkan, para lulusan FSEI IAIN SAS Babel diharapkan mampu menghadapi dinamika dunia kerja secara profesional, adaptif, dan bertanggung jawab, sekaligus menjaga nilai-nilai etika dalam kehidupan bermasyarakat.(*)