BANGKA. Salah satu dosen Program Studi Akuntansi Syariah, Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam (FSEI) IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung, Himmatul Ulyah, M.A., menjadi presenter dalam ajang bergengsi “International Conference on Islamic Economics and Business (ICoIEB) 2025” yang diselenggarakan oleh UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi. Konferensi internasional ini mempertemukan para akademisi, peneliti, dan praktisi dari berbagai perguruan tinggi dalam dan luar negeri untuk membahas perkembangan terbaru di bidang ekonomi Islam, bisnis, dan keuangan berkelanjutan.
Dalam kesempatan tersebut, Himmatul Ulyah mempresentasikan hasil penelitiannya yang berjudul “The Role Of Blue Accounting In The Development Of Halal Tourism In Parai Tengiri Beach Area Of Bangka”. Penelitian ini menyoroti pentingnya penerapan konsep akuntansi biru dalam mendorong pariwisata halal khususnya wisata bahari yang berbasis kelestarian lingkungan, khususnya di wilayah pesisir Bangka.
Menurut Himmatul, konsep akuntansi biru dapat berjalan saling berdampingan dengan upaya peningkatan pariwisata halal yang berkelanjutan, “Melalui akuntansi biru, kita tidak hanya berbicara tentang keuntungan yang diperoleh, tetapi juga tentang keberlanjutan sumber daya alam dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Dalam akuntansi biru tidak hanya menghitung keuntungan finansial, tetapi juga biaya ekologis seperti kerusakan terumbu karang, pencemaran laut, atau penurunan keanekaragaman hayati, biaya konservasi serta manfaat sosial seperti peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir.,” paparnya.
Kehadiran dosen IAIN SAS Bangka Belitung dalam Forum Internasional ini menjadi bukti nyata kontribusi perguruan tinggi dalam pengembangan keilmuan Akuntansi Syariah yang relevan dengan isu-isu global, terutama di bidang keuangan berkelanjutan dan ekonomi biru.
Himmatul mengungkapkan bahwa kegiatan ini dapat diikuti atas support penuh Fakultas dan Institusi, “Saya bersyukur Fakultas dan Institusi sangat mendukung untuk pengembangan keilmuan dan kompetensi dosen melalui keikutsertaan international conference ini, semoga semakin banyak kesempatan yang diberikan, dan semakin banyak dosen dosen di IAIN SAS Bangka Belitung yang dapat berkontribusi di level Internasional” ujarnya
Keikutsertaan dosen dalam berbagai konferensi internasional memberikan dampak signifikan bagi pengembangan kualitas akademik, penelitian, dan reputasi institusi pendidikan tinggi. Melalui forum ilmiah berskala global, para dosen berkesempatan memperluas wawasan, membangun jejaring internasional, serta meningkatkan daya saing akademik di kancah dunia. Partisipasi dalam konferensi internasional tidak hanya sekadar menghadiri kegiatan ilmiah, tetapi juga menjadi wadah strategis untuk berbagi hasil penelitian, berdiskusi dengan pakar dunia, serta mendapatkan masukan ilmiah yang konstruktif.
Himmatul menjelaskan kegiatan semacam ini memberikan banyak manfaat, baik secara personal maupun institusional, “Konferensi internasional membuka peluang untuk berjejaring dan bertukar gagasan dengan peneliti dari berbagai perguruan tinggi baik dalam dan luar negeri. Selain itu, saya mendapatkan banyak masukan berharga untuk penyempurnaan penelitian yang saya lakukan,” ungkapnya.
Melalui partisipasi aktif dosen dalam forum internasional, IAIN SAS Bangka Belitung turut menunjukkan komitmennya dalam pengembangan ilmu pengetahuan yang berkelanjutan dan berdaya saing global. Kegiatan ini juga menjadi bukti nyata bahwa dosen IAIN SAS terus berperan aktif dalam membangun kolaborasi riset lintas negara serta memperkuat posisi kampus sebagai pusat kajian ekonomi Islam dan akuntansi berkelanjutan di tingkat nasional maupun internasional.(*)