BANGKA. Pemerintah Kota Pangkalpinang melaksanakan Uji Kompetensi Mutasi Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama atau eselon II di lingkungan Pemerintah Kota Pangkalpinang. Kegiatan tersebut berlangsung pada Kamis, 22 Januari 2026, bertempat di Gedung SRC Pemerintah Kota Pangkalpinang.
Salah satu penguji dalam kegiatan ini adalah Dekan Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam (FSEI) IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung, Dr. H. Iskandar, M.Hum, yang hadir sebagai unsur akademisi dalam tim penguji uji kompetensi.
Pelaksanaan uji kompetensi ini bertujuan untuk menilai kesesuaian kompetensi, kualifikasi, integritas, serta kapasitas manajerial para pejabat JPT Pratama yang akan dimutasi, sehingga tetap selaras dengan kebutuhan organisasi dan tantangan birokrasi pemerintahan daerah.

Dalam keterangannya, Dr. H. Iskandar, M.Hum menegaskan bahwa uji kompetensi merupakan instrumen strategis dalam menjaga profesionalisme aparatur sipil negara (ASN), khususnya pada jabatan pimpinan tinggi.
“Uji kompetensi mutasi JPT Pratama ini bukan sekadar prosedur administratif, tetapi merupakan upaya sistematis untuk memastikan bahwa pejabat yang menduduki jabatan strategis benar-benar memiliki kapasitas kepemimpinan, integritas moral, serta kemampuan manajerial yang dibutuhkan oleh organisasi pemerintahan,” ujar Iskandar.
Sebagai akademisi, ia menekankan pentingnya pendekatan objektif, transparan, dan berbasis merit dalam setiap proses manajemen ASN.
“Dari perspektif akademik, mutasi jabatan harus berlandaskan prinsip merit sistem, di mana kompetensi, kinerja, dan rekam jejak menjadi faktor utama. Hal ini penting agar birokrasi mampu beradaptasi dengan dinamika pelayanan publik dan tuntutan masyarakat yang semakin kompleks,” tambahnya.

Lebih lanjut, Iskandar menyampaikan bahwa keterlibatan unsur akademisi dalam tim penguji diharapkan dapat memberikan pandangan ilmiah dan independen dalam proses penilaian.
“Kehadiran akademisi dalam uji kompetensi ini diharapkan dapat memperkuat objektivitas penilaian sekaligus menjembatani praktik birokrasi dengan kajian keilmuan, sehingga menghasilkan pejabat yang tidak hanya cakap secara teknis, tetapi juga visioner dan beretika,” jelasnya.
Iskandar menambahkan keterlibatan sebagai akademisi adalah bahwa menjadi bagian dari Timsel Pejabat Utama Daerah, inilah yang dinamakan kinerja yang berdampak Dimana pemerintah daerah Pangkalpinang berkolaborasi dengan akademisi/ kampus, saya berharap teman-teman dosen lainnya juga dapat mengikuti hal yang sama nantinya.harapnya
Uji kompetensi mutasi JPT Pratama ini yang melibatkan akademisi ini adalah menjadi bagian dari yang dinamakan kinerja yg berdampak dimana Pemerintah Daerah Pangkalpinang berkolaborasi dengan akademisi/ kampus khususnya IAIN Syaikh Abdurrahaman Siddik Pangkalpinang