BANGKA. Program Studi Pariwisata Syariah(Parsy), Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam(FSEI), IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pengetahuan dan kompetensi mahasiswa melalui kegiatan sharing session yang menghadirkan Lembaga Elang Khatulistiwa Indonesia (EKI) serta para praktisi pariwisata Bangka Belitung. Selasa,2/12/2025.
Acara ini diikuti oleh mahasiswa/i Prodi Pariwisata Syariah sebagai bagian dari upaya memperkuat wawasan akademik dan profesional terkait pengembangan destinasi wisata berkelanjutan.
Mengusung tema “Potensi Destinasi Geowisata Bangka sebagai Destinasi Pariwisata Berkelanjutan”, kegiatan ini menghadirkan narasumber berpengalaman yang memaparkan kekayaan geologi Bangka, nilai budaya lokal, serta potensi ekonomi kreatif yang dapat dikembangkan melalui pendekatan geowisata dan keberlanjutan.

Ketua Program Studi Pariwisata Syariah, Imam Alfikri,M.Pd menyampaikan bahwa kegiatan Sharing Session ini merupakan bagian dari komitmen prodi dalam meningkatkan kompetensi mahasiswa, tidak hanya dari sisi teori tetapi juga melalui pemahaman langsung dari praktisi. “Kami ingin membekali mahasiswa dengan wawasan yang relevan dan keterampilan yang dibutuhkan industri, sehingga mereka siap bersaing di dunia kerja,” ujarnya.
Ia menambahkan Dukungan tersebut sejalan dengan program-program yang tercantum dalam Ripparprov Babel 2025, yang memetakan zonasi daerah Babel yang memiliki potensi geowisata dan wisata bahari sebagai destinasi prioritas berkelanjutan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal.
Salah satu poin penting dalam kegiatan ini adalah pemaparan dari Lembaga Elang Khatulistiwa Indonesia (EKI), yang tidak hanya bergerak di bidang pendampingan lingkungan dan konservasi, tetapi juga menjadi lembaga yang mewadahi sertifikasi kompetensi kepemanduan wisata.
EKI menjelaskan pentingnya tour guiding competency dalam meningkatkan standar layanan wisata, khususnya di destinasi yang memiliki karakter geologi khas seperti Bangka. Mahasiswa diperkenalkan pada skema sertifikasi, standar kompetensi pemandu wisata, serta peluang karier profesional yang terbuka bagi lulusan pariwisata.
Andi Sukandi selaku Ketua Harian Asosiasi Pemandu Wisata Bakti Pertiwi menekankan bahwa pelatihan dan sertifikasi kompetensi pemandu wisata sangat penting untuk memastikan guide memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai.
Dengan sertifikasi, pemandu wisata mampu memberikan rasa aman dan nyaman bagi wisatawan serta menjalankan tugas secara profesional.
Selain pemaparan materi, sesi diskusi interaktif memberikan ruang bagi mahasiswa untuk bertanya langsung mengenai tantangan pengelolaan destinasi, praktik guiding yang berkelanjutan, serta kolaborasi antara akademisi, komunitas, lembaga sertifikasi, dan pelaku industri. Antusiasme peserta mencerminkan tingginya minat mahasiswa terhadap isu-isu pariwisata berkelanjutan dan pengembangan kompetensi kepemanduan wisata.

Melalui kegiatan ini, sebagai bagian dari stakeholders pariwisata di Bangka Belitung Prodi Pariwisata Syariah turut berperan dalam mempersiapkan lulusan yang tidak hanya memiliki pengetahuan akademik, tetapi juga siap bersaing secara profesional melalui penguasaan kompetensi dan pemahaman mendalam mengenai praktik pariwisata berkelanjutan, khususnya pada potensi geowisata di Bangka Belitung.
Abby Traveler Indonesia yang juga Founder Elang Khatulistiwa Indonesia menyampaikan bahwa Anak muda generasi penerus bangsa harus stand up manjaga wilayahnya dari sektor pariwisata yang berkelanjutan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat meski bersaing dengan sektor bisnis lainnya.
Acara ditutup dengan sesi foto bersama dan harapan agar kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkala sebagai ruang belajar interaktif bagi mahasiswa.(*)