BANGKA.Guna meningkatkan mutu penyelenggaraan pendidikan dan mempersiapkan akreditasi tingkat tinggi, Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI) Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam (FSEI) IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik (SAS) Bangka Belitung melakukan kegiatan benchmarking ke Prodi HKI Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
Kunjungan yang dipimpin langsung oleh Plt. Kaprodi HKI IAIN SAS Babel, Dr. Hendra Cipta, M.S.I., beserta Sekretaris Prodi Furziah, M.H., dan Laboran Hajar Auliya, S.E., ini berlangsung di Yogyakarta. 2 Oktober 2025.
Kegiatan ini difokuskan pada lima tujuan strategis. Pertama, memperdalam pemahaman tentang perumusan dan integrasi Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) dalam kerangka Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM) dan Outcome-Based Education (OBE). Kedua, membahas dan menyelaraskan pedoman operasional kurikulum MBKM-OBE antara kedua program studi.

Tujuan ketiga adalah menjajaki dan merancang implementasi kerja sama dalam bidang penelitian dan publikasi ilmiah. Keempat, mendapatkan insight langsung mengenai tata kelola dan strategi pengelolaan program studi yang berbasis pada standar akreditasi "Unggul". Kelima, memahami prosedur dan persiapan untuk akreditasi internasional serta penerapan Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).
Tim dari IAIN SAS Babel disambut hangat oleh Dr. Ocktoberrinsyah, M.Ag. (Wakil Dekan I), Yasin Baidi, M.Ag. (Kaprodi HKI), dan Dra. Hj. Ermi Suhasti, M.Si. (Sekprodi HKI) UIN Sunan Kalijaga. Dalam sambutannya, Dr. Ocktoberrinsyah menyatakan apresiasinya atas inisiatif ini. Kolaborasi dan saling berbagi pengalaman antar perguruan tinggi adalah kunci untuk memajukan pendidikan Islam yang berkualitas di Indonesia. UIN Sunan Kalijaga membuka diri untuk berbagi pengalaman, khususnya dalam penerapan MBKM-OBE dan persiapan akreditasi.
Dr. Hendra Cipta, M.S.I., selaku ketua rombongan, mengungkapkan bahwa kunjungan ini merupakan langkah konkret Prodi HKI IAIN SAS Babel dalam melakukan transformasi dan peningkatan mutu. "UIN Sunan Kalijaga telah menjadi role model dalam pengelolaan prodi yang unggul. Melalui benchmarking ini, kami berharap dapat menimba ilmu dan praktik terbaik (best practices) untuk kami terapkan, sehingga dapat memperkuat kurikulum, tata kelola, dan capaian akreditasi prodi kami ke depannya," papar Hendra.
Pertemuan berlangsung intensif, membahas detail teknis penyusunan kurikulum, mekanisme implementasi MBKM, sistem penjaminan mutu internal, hingga strategi mendorong dosen dan mahasiswa untuk produktif dalam penelitian dan publikasi. Kegiatan ini diharapkan tidak hanya mempererat jejaring antar kedua institusi, tetapi juga menjadi pemantik bagi Prodi HKI IAIN SAS Babel untuk segera melakukan langkah-langkah inovatif dan strategis menuju prodi yang unggul, berdaya saing, dan diakui secara internasional.(*)